Kado Terindah
Assalamualaikum.. Apa kabar kamu? Apa kabar tanggal 24 ku? Apa kabar perut buncit itu? Apa kabar hidupmu sekarang? Apa hancur seperti yang kamu omongkan di ujung telephone itu? Aku harapkan kabar mu baik baik saja. Kamu ingat sudah berapa malam minggu yang kita lewati dengan saling diam seperti ini? 2 bulan bagi mu waktu yang sangat mudah untuk mendapatkan kekasih baru, namun bagiku 2 bulan adalah dimana aku baru memulai menata perasaan dan fikiranku kembali. setelah 2 bulan yang lalu perasaan dan fikiranku lumpuh di buat olehmu. Aku tidak akan menyalahkan keadaan dan aku tidak akan menyalahkan Tuhanku, karena mungkin kamu dulu yang di takdirkan untuk bahagia. Aku sudah tau, iya aku sudah tau kabar mu dengan kekasih baru mu itu. Pertama kali mendengar itu aku rasanya sakit, ya teramat sakit. Seakan aku tidak percaya dan menyalahkan keadaan kenapa sangat menyebalkan seperti ini. Tapi aku sadar dan mengerti ini adalah doa ku yang selalu aku panjatkan kepada Allah yang menginginkan kamu bahagia. menginginkan kamu untuk bisa bahagia lagi, tersenyum gembira lagi. Dan Allah mengabulkan itu. Ini kali terakhir aku menulis blog yang bercerita tentangmu. Karena mulai saat ini aku harus belajar ikhlas dan menyadari bahwa yang sudah melewatkanku berarti bukan ditakdirkan untukku, dan yang ditakdirkan untukku pasti tidak akan melewatkanku. suatu saat, I hope you will read this. Jika kamu membaca semua blog ku ini. Blog yang aku tulis ini untukmu. untuk patahan hati yang sempat hancur itu, namun tenang saja.. aku tidak akan mengusik mu lagi, aku tidak akan menulis tulisan alay ini lagi. tapi aku mohon izinkan aku untuk yang terakhir kali nya aku berdoa di blog ini (lagi) dan aku meminta kepada Tuhanku, Allah Yang Maha Esa untuk menyampaikan pesan ini untukmu. Si ganteng, hehe bisakah kamu mengerti sedikit perasaanku? Tak apa kamu tidak ingin aku menjadi sang dewi mu, gadis mu lagi. Tapi.. tolong.. Aku ingin bahagia, aku ingin bahagia dan aku ingin bahagia. bahagia yang sederhana. Cukup jangan membenci keluargaku, tolong sayang.. jangan benci mereka. Aku sangat tidak tega ketika mereka terus menanyakan kabarmu, menanyakan kenapa kamu tidak pernah kesini lagi? mereka sangat mengkhawatirkanmu.. mereka tidak tahu bahwa pria yang dikhawatirkan dan dipercayai nya adalah pria yang menyebarkan gosip tentang putrinya. sungguh, jika mereka mengetahuinya pasti rusak lah perasaan orangtuaku.. Apa pantas kamu mengatakan orangtuaku pembohong? Apa pantas kamu menganggap orangtuaku bersandiwara? Sama seperti yang kamu ceritakan dihadapan teman teman mu itu. Apa kamu tidak merasakan murninya kasih sayang orangtuaku kepadamu? Apa kamu tidak bisa merasakannya? Tolong jelaskan padaku apakah hati nurani mu masih bisa berfungsi. jika kamu tidak menyukai ku tolong hanya denganku, jangan benci keluargaku, jangan sebarkan gosip tentang keluarga ku, cukup gosipku saja, biarkan sakit ini ku pendam, biarkan hanya aku yang mengetahui ini, Aku dan Allah. Karena memang ini blog terakhir yang aku tulis untukmu, aku akan menceritakan semua nya. Di mulai dari mana ya.. oke aku mulai dari h-20 hari ulangtahumu. Aku sudah menyiapkan semuanya, sudah siap untuk memberi surprise dan aku harap kamu bahagia di kala itu. Tapi malang nasibku.. tidak sampai waktunya tiba, ternyata kamu menyudahi semuanya di ujung telephone dengan bentakan sangat kasar tentu saja menggunakan aksen jawa, dan suatu pernyataan terucap dari mulutmu yang sangat menyakitkan. Padahal kamu tau itu masi bulan agustus tanggal akhir dan kamu tau bahwa itu hari ulangtahunku. Yang aku harapkan kamu dan aku keluar jalan jalan untuk sekedar bercerita apa saja yang sudah terjadi, ya memang itu kamu iyakan, tapi sungguh.. aku sangat tidak tau jika kala itu kamu datang ke rumahku dengan perasaan yang sudah tidak sayang lagi, kamu datang dengan keadaan terpaksa. Pikirku kamu sudah mempunyai itikad sendiri untuk mengajakku jalan jalan di hari ulangtahunku, tapi ternyata itu tidak. Karena aku memohon kepadamu untuk datang ke rumah. Kamu dengan perasaan malas dan mulut cemberut akhirnya pergi ke semarang. Yang aku rasakan kala itu senang, bisa jalan jalan sama kamu, karena memang kita jarang keluar bersama. Tetapi mungkin tidak kamu rasakan kebahagiaan itu. aku bercerita panjang lebar, aku tertawa menghiburmu. tapi kamu juga tidak kunjung melukis senyum di bibirmu. setelah kejadian di ujung telephone itu, kamu ingat? kala itu tidak ada 1 katapun yang terucap dari mulutku. jujur.. aku sangat sakit, sesak dadaku. bahkan untuk menghela nafas dan istighfar pun susah bagiku, tulang rusukku rasanya linu. kamu mengatakan aku bersandiwara? tolong rasakan jadi aku. sebentar saja. sandiwara mana yang sudah aku buat? sampai hati kamu mengatakan seperti itu. sampai hati kamu menceritakan kepada teman teman mu, yang mereka tidak pantas mengetahuinya. Jika kamu tidak mempercayai semuanya, tolong jangan buat gosip itu. cukup diam dan berjalan sewajarnya. aku tidak minta doamu, aku juga tidak minta belas kasihanmu. aku hanya meminta mu, untuk membiarkan aku bahagia dengan stop menceritakan ku kepada teman temanmu. dan tolong aku ingin meluruskan apa yang bengkok. aku tidak meminta mu kembali, aku tidak meminta kamu sadar dengan waktu cepat biarkan semuanya mengalir sewajarnya, tapi mengertilah.. sesuatu yang bengkok itu adalah anggapanmu tentangku bahwa aku bersandiwara di depanmu. siapakah yang selama ini bersandiwara? bersandiwara untuk pura pura menyayngiku, padahal kalau kamu mau tengok aku sedikit saja, apakah ketulusanku dan keluargaku tidak terlihat olehmu? aku tidak mau terlalu lama ada di kesedihan seperti ini. aku ingin bangkit. Ya Allah aku ingin merasakan makan enak, tidur nyenyak, seperti sedia kala. hapuskan kesedihanku. tegarkanlah hatiku.. semoga kamu tidak pernah merasakan bagaimana jadi aku dan tidak perlu kamu mengerti bahwa aku sama sekali tidak pernah bersandiwara di hadapanmu, karena aku murni menyayangimu. Terimakasih ini adalah kado terindahku.. Kado yang berisi perpisahan, hinaan dan cacian itu. jika suatu saat hatimu terbuka,, pasti kamu menyadarinya. cukup blog terakhirku ini untukmu.. aku sudah memaafkan mu, tanpa kamu meminta maaf. Aku harus melupakan kejadian itu. Oke.. Hiduplah bahagia.. Salam untuk keluarga di desa..Sehat sehat selalu, Allah melindungi kita.. aamiin
Komentar
Posting Komentar