Si Raja Tega

Sesak di pagi hari mengingatmu adalah sesuatu hal yang sangat menyakitkan. Rambut itu, rambut lurus dan tebal kali terakhir aku melihatmu, dengan mata sipit yang tinggal segaris jika kamu tertawa, tetapi sesuatu yang menyakitkan bahwa tertawa itu bukan lagi bersamaku maupun tercipta oleh dan dari diriku. Membahas sedikit tentangmu, lelaki manis sopan lemah lembut yang humoris tapi itu dulu, dahulu. Sekarang kamu berubah menjadi lelaki yang gampang marah, main tangan, suka mengeluarkan kata kata jawa kasar di hadapanku, di hadapan gadismu. Kamu yang dulu sangat aku kagumi, kepribadianmu membuat aku menyerahkan hatiku menyerahkan perasaanku yang sempat terluka dikala itu. Tetapi sekarang kamu yang membuat luka itu semakin parah, luka yang kamu janjikan akan di obati dan di sembuhkan, tetapi sekarang luka itu meradang berdarah semakin parah. Jika kamu tercipta untuk menjadi raja tega, kenapa aku membuka pintu ini untukmu. Tidak puas dengan perbuatan yang telah kamu lalukan, kamu yang memang tahu semua tentang ku, menyebarluaskan dan dengan tidak berdosa kamu menceritakan di hadapan teman teman mu. ucapmu dengan nada bangga ketika semua teman bertanya kepadamu, segampang itu? se tidak berharga itu? Setelah kejadian 8minggu lalu, ketika kamu memutuskan semua di ujung telephone, aku hanya bisa terdiam kaku menyendiri dan mengasingkan dari keramaian teman teman yang memang sangat kepo dengan hubungan kita. Aku tidak mau jadi bahan gosip teman teman kampus, karena memang di kampus kamu mempunyai banyak teman dan berbanding terbalik dengan ku gadis cupu sukanya menyendiri. Sekarang aku tidak percaya dan tidak habis pikir, kamu yang menjadikan aku bahan gosip mu dan teman teman angkatan kampus itu. Aku sesak sampai rongga rongga tulang rusuk ku linu, aku tidak tahu kenapa kamu menjadi raja tega di hidupku. Mau kamu apa? Apa yang kamu mau? Tidak cukupkah selama ini kamu membentak dengan aksen jawa yang sangat kasar di hadapanku, selanjutnya kamu pergi memutuskan semua dengan sangat tak terduga, sekarang kamu menjadikan aku bahan omongan? Aku menulis ini karena aku mempunyai luka, apabila ada yang mengetahui perasaanku sekarang dan faham apa yang aku rasakan berarti kita sama sama punya luka, semoga dengan menulis seperti ini luka yang selama ini tercipta karenamu bisa terobati dengan sendirinya, dengan kekuatan Allah yang membalikkan keadaan sesuai yang di KehendakiNya. Pesan singkat di sini, kejar bahagiamu, raih bahagiamu sendiri tanpa menghancurkan orang lain. Aku juga ingin bahagia, sama seperti mu. Aku juga tidak pernah mengganggu mu. Jadi tolong jangan buat semakin parah, jangan buat luka ini semakin berdarah. Terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Katakan Yang Sejujurnya

Kado Terindah

Kenapa Kamu Menilai Aku Seperti Itu