Tolong, Aku Juga Ingin Bahagia
Ya Allah.. Terimakasih walaupun diri ini masih sangat kotor tetapi doa yang aku panjatkan Kepada-Mu masih Engkau ijabah, sebagian dari doaku memang tertuju untuk pria itu. Allah Maha Tau, Aku sering menyelipkan doa doa di sepertiga malamku, sekedar bercerita kepada-Nya tentang pria itu, kadang menceritakan bagaimana pria itu membuat aku bahagia, kadang juga menceritakan bagaimana pria itu membuat luka, ku ceritakan bersama tetesan air yang jatuh dari kelopak mata, perlahan lahan jatuh mengenai pipi dan membasahi area mukena bagian janggut. Aku usap perlahan, tetapi tetesan air itu semakin tumpah mengingat pria yang selalu aku perbincangkan. Kenalkan pria itu memang tidak tampan, tidak juga bertubuh ideal, tapi cara dia memandang ku aku merasa istimewa, dikala itu. Dia memandangku dengan tatapan yang tajam namun tatapannya sangat manis karena dia bermata sipit, dia mempunyai kumis tipis diatas bibirnya, yang hanya ada sebagian di ujung ujung bibir saja, seperti kumis lele. Aroma tubuh nya sangat aku gemari, dari kejauhan aku sudah tau jika pria itu akan datang, suara motor yang sudah aku kenali apabila dia sudah parkir di depan rumahku, senangnya kala itu dia menyambangiku. Semakin hari berlalu aku merasa pria itu berubah, menjadi sosok menyeramkan tukang marah dan tidak pernah melukis senyum di bibirnya apabila sedang bersamaku. Aku tidak tahu kala itu, aku tidak sadar bahwa ternyata pria itu sudah tidak bahagia bersamaku, hanya paksaan lah yang membuat dia bertahan. Aku benar tidak tahu. Namun setelah di ujung telephone itu dia menceritakan semuanya, dengan nada sangat keras dan kasar pria itu membentak. Di kala itu yang aku inginkan hanya bertemu dengan nya, menatap mata nya dan bertanya apakah dia serius mengatakan hal itu? namun harapan itu tidaklah bisa menjadi kenyataan. Setelah percakapan terakhir lewat telephone aku tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi, apakah dia masih bertubuh gempal atau sudah menjadi lebih langsing? Yang aku tahu dari pria itu dia sekarang sudah menemukan kebahagiannya, sosok gadis mungil yang menemaninya. Pasti dia sekarang sangat bahagia dan sangat jatuh cinta setengah mati oleh kekasih barunya. Namun, aku juga ingin bahagia. Tolong, ya Allah.. sampaikan kepada pria itu, sampaikan kepadanya. Bahwa aku tidak mau menjadi bahan gosip dia dengan teman teman nya lagi. Aku sudah mengasingkan diriku sejauh mungkin. Aku sudah tidak pernah menjamahnya lagi. Jadi tolong ya Allah.. keinginanku sederhana, walaupun aku dan dia tidak bisa bersatu lagi, tapi aku ingin bahagia. Aku tidak akan mengganggu kebahagiannya, tapi tolong jangan ganggu kebahagiaanku. Kita mencari bahagia masing2. Mungkin pria itu mencari kebahagian dengan teman teman nya dan kekasih barunya, beruntung sekali ya. Namun aku mensyukuri apa yang ada pada diriku sekarang, aku memutuskan mencari bahagia dengan menjauh dan tidak akan mendatangi kebahagiaan. Aku ingin sendiri, agar aku terpana suatu saat bahagia datang kembali padaku. Aku nyaman dengan kesendirianku..
Komentar
Posting Komentar